Manusia Sebagai Mahluk Hidup dan Perkembangan Zaman
Mahluk Hidup adalah ciptaan Tuhan yang menghuni dunia ini dan diberikan kehidupan untuk mengisi dunia. Di Dunia ini terdapat tiga jenis Mahluk Hidup yaitu Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Manusia adalah Mahluk Hidup ciptaan Tuhan yang paling mulia karena dibekali dengan akal. Dengan akalnya manusia dapat berfikir, dapat beradaptasi, dapat bertahan hidup dan dapat mengembangkan penalarannya.
Manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa dengan dibekali akal. Dengan akal itu manusia dapat mengembangkan penalarannya. Oleh karena itu manusia dapat mengembangkan Ilmu Pengetahuan.
Bagaimana Manusia Mengembangkan Ilmu Pengetahuan ?
Manusia sejak berabad-abad yang lalu selalu berusaha untuk mengatasi masalah dan kesulitan yang dihadapi. Pada masa zaman yang sangat lampau kesulitan yang dihadapi manusia antara lain adalah perubahan suhu lingkungan. Misalnya perubahan suhu yang terjadi karena perubahan musim. Di Indonesia terdapat 2 musim yaitu musim dingin dan musim panas. Sedangkan di belahan bumi utara atau di eropa musim dapat tebagi menjadi 4 perubahan musim yaitu musin semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.
Apa yang dilakukan manusia dengan perubahan musim yang sangat mendadak ?
Diatara perubahan musim tersebut, misalnya saja ketika perubahan musim panas menjadi musim dingin manusia mulai berfikir untuk mengatasi kesulitannya. Tanpa adanya penghangat, akan sangat sulit untuk bertahan di musim dingin. Manusia yang hidup bertahun-tahun lalu tidak akan tinggal diam, meraka mulai menggunakan akalnya. Mereaka mencari tempat perlindungan di gua-gua yang suhunya lebih hangat. Mereka akan mulai mengosok-gosokkan tubuhnya untuk mencari kehangatan.
Dari pengalaman tersebut, mereka mulai berfikir bahwa gesekan dapat menimbulkan panas. Pengalaman itu membuat mereka mulai berfikir untuk menciptakan panas. Dengan menggosokkan batuan meraka memperoleh percikan api dan dengan menggosokkan dua batang kayu kering mereka berhasil membuat Api sebagai sumber kehangata.
Penemuan itu tidak pernah tercatat dalam sejarah, tidak pernah diketahui pula siapa penemunya, serta kapan dan dimana peristiwa itu terjadi.
Bagaiman dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan ?
Dijaman sekarang, perkembangan Ilmu Pengetahuan berkembang sangat pesat. Banyak sekali penemuan yang telah kita kenal, diantara penemuan-penemuan tersebut tercatat dalam sejarah dunia diantaranya beberapa Penemu sebagai berikut :
- Edward Jenner sebagai penemu Vaksinasi di tahun 1796.
- Johann Gutenberg sebagai penemu Mesin Cetak di tahun 1940.
- William Harvery sebagai penemu Peredaran Darah di tahun 1682.
- James Watt sebagai penemu Mesin Uap di tahun 1765.
- Thomas A. Edison sebagai penemu Lampu Listrik di tahun 1879.
- Vladimir Zworykin sebagai penemu Mikroskop Elektron di tahun 1939.
- Alfred Nobel sebagai penemu Dinamit di tahun 1862.
- Antonie Van Leeuwenhoek sebagai penemu Bakteri di tahun 1683.
- Dan penemu terkemuka lainnya.
Untuk menemukan penemuan ilmiah, para penemu-penemu sebagai seorang ahli pengetahuan harus melakukan pengamatan, percobaan, dan penelitian secara tekun dan cermat. Bahkan jika diperlukan percobaan tersebut bisa saja mengandung resiko yang sangat besar.
Dalam sebuah buku yang pernah dibaca, mari coba kita ikuti bagaimana cara vaksinasi ditemukan. Sebelum vaksinasi ditemukan, wabah penyakit cacar merupakan masalah yang mengancam kesehatan manusia. Dari pengamatannya yang cermat pada tahun 1796, Edward Jenner melihat bahwa ada beberapa orang yang bebas dari serangan wabah pada saat berjangkitnya wabah cacar. Orang-orang itu menurut pengamatan Jenner terdiri dari pekerja pemerah susu. Ia juga melihat bahwa sapi-sapi perah dapat dijangkiti penyakit cacar.
Pengalaman itu mendorong Edward Jenner berpikir. Ia menduga bahwa orang-orang itu menjadi kebal terhadap penyakit cacar karena pernah kejangkitan penyakit cacar yang berasal dari sapi yang diperahnya. Unutk menguji kebenaran dugaannya, ia melakukan percobaan yang berbahaya. dengan jarum steril yang ditularkannya nanah yang berasal dari cacar sapi ke orang sehat. Setelah sembuh dari cacar yang tumbuh dari luka goresan jarum, ternyata orang tersebut menjadi kebal terhadap wabah cacar.
Selang beberapa kurun waktu lamanya penemuan Jenner tidak menarik perhatian para ahli Ilmu Pengetahuan Lainnya, pada pertengahan abad ke XIX para ahli pengetahuan mulai membahas kembali penemuan Jenner. Mereka memperdebatkan apakah cara Jenner dapat diterapkan untuk menanggulangi wabah penyakit lain.
Louis Pasteur, seoran gahli Ilmu hayat bangsa Perancis, mencoba menerapkan cara Jenner. Pada musim semi tahun 1879 ia mencoba menularkan kuman kolera ayam kepada ayam-ayam sehat. ia mendapatkan pengalaman yang sama dengan Jenner. Ayam yang pernah ditulari kuman kolera setelah sembuh menjadi kebal terhadap wabah kolera.
Sebuah kesulitan tidak akan dapat diselesaikan dengan hanya diam dan berfikir, kesulitan hanya akan teratasi dengan mencoba menghadapainya dan berusaha menyelesaikannya.
Bagaimana Ilmu Pengetahuan berkembang hingga saat ini ?
Pengetahuan seperti Jenner dan Louis telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan dari Ilmu Pengetahuan. telah banyak dikembangkan berbagai vaksin dan antibiotik untuk kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. Telah banyak penemuan dalam bidang kesehatan yang menyelamatkan banyak nyawa Manusia. Misalnya seperti transplantasi hati dan donor ginjal.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam transportasi sangat terasa dalam kehidupan kita setiap hari. Saat ini kita dapat berpindah tempat dari satu pulau ke pulau lainnya dengan hanya hitungan jam. Tidak hanya cepat, transportasi dengan campur tangan teknologi memberikan kita keamanan sepanjang perjalanan dengan transportasi yang sangat memadai.
Tidak kalah dengan bidang kesehatan, bidang teknologi sebagai penunjang hidup manusia juga begitu pesat perkembanggannya. Dalam zaman yang serba modern, kebutuhan manusia tidak dapat lepas dengan teknologi. Teknologi terus dikembangkan sebagai penunjang kegiatan manusia sehari-hari baik dalam pekerjaan, komunikasi, transposrtasi, rumah tangga dan masyarakat. Teknologi begitu menjadikan kehidupan manusia semakin mudah. Bayangkan saja hanya dalam genggaman tangan kita sudah dapat menghubungi rekan kita yang jauh disana, dapat mengirim pesan yang melebihi kecepatan pesawat terbang.
Dengan perkembangan tersebut, tidak pernah bisa kita bayangkan perubahan apa lagi yang akan terjadi untuk kemajuan Dunia ini. namun tidak bisa kita pungkiri juga dalam perkembangan yang begitu pesat ada yang menggunakan teknologi tersebut untuk tindakan yang merugikan untuk mendapatkan keuntungan.
Pergunakanlah teknologi untuk membantu sesama karena itu akan lebih berharga dari sekedar menguasainya.
Apa yang dapat kita simpulkan ?
Dari perkembangan Ilmu Pengetahuan yang telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam perkembangan sejarah manusia, dapat tikatakan Ilmu Pengetahuan adalah pondasi penting dari perkembangan zaman. Pengembangan Ilmu Pengetahuan kearah positif akan sangat berguna dan bermanfaat untuk perkembangan dan kesejahteraan umat manusia.
Ilmu Pengetahuan yang baik juga harus dapat tetap mempertahankan Roda Alam Dunia yang tidak pernah lepas dari Mahluk Hidup Lainnya. Seperti Hewan, Tumbuhan dan Lingkungan. Dalam konsep kehidupan, Berdampingan dengan Alam dan menjaga Alam, maka Alam akan memberikan Kesempatan dan Potensinya untuk selalu berkembang ke arah yang lebih baik tentunya dengan penerapan Ilmu Pengetahuan yang baik dan benar.
Post a Comment for "Manusia Sebagai Mahluk Hidup dan Perkembangan Zaman"